Secara umum jamu dianggap tidak beracun dan tidak menimbulkan efek samping. Khasiat jamu telah teruji oleh waktu, zaman dan sejarah, serta bukti empiris langsung pada manusia selama ratusan tahun (Winarmo, 1997).
Jamu gendong adalah jamu hasil produksi rumahan (home industry). Yang cara pemasarannya adalah memasukan hasil olahan jamu yang telah dibuat ke dalam botol-botol yang kemudian disusun di dalam bakul. Untuk selanjutnya bakul tersebut akan digendong oleh si penjual. Hingga disebutlah namanya menjadi jamu gendong. Jamu ini dijual dengan cara berkeliling setiap hari. Jamu gendong pada umumnya digunakan untuk maksud menjaga kesehatan. Orang membeli jamu gendong seringkali karena kebiasaan mengonsumsi sebagai minuman kesehatan yang dikonsumsi sehari-hari.
Jamu beras kencur
Jamu beras kencur berkhasiat dapat menghilangkan pegal-pegal pada tubuh dan sebagai tonikom atau penyegar saat habis bekerja. Dengan membiasakan minum jamu beras kencur, tubuh akan terhindar dari pegal-pegal dan linu yang biasa timbul bila bekerja terlalu payah. Selain itu, beras kencur bisa meringankan batuk dan merupakan seduhan yang tepat untuk jamu batuk.
Bahan
baku
|
Dalam
pembuatan jamu beras kencur, terdapat beberapa variasi bahan yang digunakan,
namun terdapat dua bahan dasar pokok yang selalu dipakai, yaitu beras dan
kencur. Kedua bahan ini sesuai dengan nama jamu, dan jamu ini selalu ada
meskipun komposisinya tidak selalu sama di antara penjual jamu. Bahan-bahan
lain yang biasa dicampurkan ke dalam racikan jamu beras kencur adalah biji
kedawung, rimpang jahe, biji kapulogo, buah asam, kayu keningar, kunir.
Sebagai pemanis digunakan gula merah dicampur gula putih
|
Cara
pengolahan
|
Pada
umumnya tidak jauh berbeda, mula-mula beras disangan (disangrai), selanjutnya
ditumbuk sampai halus. Bahan-bahan lain sesuai dengan komposisi racikan
ditumbuk menggunakan lumpang dan alu besi atau batu. Kedua bahan ini kemudian
dicampur, ditungkan air mendidih untuk mengambil sarinya diperas dan disaring
dengan saringan atau diperas melalui kain pembungkus bahan. Selanjutnya
dimasukkan ke dalam botol-botol atau termos.
|
Jamu cabe puyang
Jamu cabe puyang dikatakan oleh sebagian besar penjual jamu sebagai jamu 'pegal linu'. Artinya, untuk menghilangkan cikalen, pegal, dan linu-linu di tubuh, terutama pegal-pegal di pinggang. Namun, ada pula yang mengatakan untuk menghilangkan dan menghindarkan kesemutan, menghilangkan keluhan badan panas dingin atau demam. Seorang penjual mengatakan minuman ini baik diminum oleh ibu yang sedang hamil tua dan bayi yang lahir jika minum jamu cabe puyang secara teratur tiap hari bayi akan bersih dan bau tidak amis. Jamu cabe puyang banyak mengandung zat besi dan berkasiat untuk menambah butiran darah merah bagi yang kurang darah atau anemia.
Bahan
baku
|
Bahan
dasar jamu cabe puyang adalah cabe jamu dan rimpang lempuyang. Tambahan bahan
baku lain dalam jamu cabe puyang sangat bervariasi, baik jenis maupun
jumlahnya. Bahan lain yang ditambahkan antara lain adas, pulosari, rimpang
kunir, biji kedawung, keningar dan asam kawak. Sebagai pemanis digunakan gula
merah dicampur gula putih dan kadangkala mereka juga mencampurkan gula buatan
serta dibubuhkan sedikit garam.
|
Cara
pengolahan
|
Pada
umumnya tidak jauh berbeda, yaitu pertama-tama air direbus sampai mendidih
dan dibiarkan sehingga dingin, jumlahnya sesuai dengan kebutuhan. Bahan-bahan
sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk menggunakan lumpang dan alu besi
atau batu. Seluruh bahan ini kemudian diperas melalui saringan ke dalam air
matang yang sudah tersedia. Selanjutnya, ramuan yang diperoleh diaduk rata
kemudian dimasukkan ke dalam botol-botol.
|
Jamu kudu laos
Menurut sebagian besar penjual jamu, khasiat jamu kudu laos adalah untuk menurunkan tekanan darah. Tetapi, ada pula yang mengatakan untuk melancarkan peredaran darah, menghangatkan badan, membuat perut terasa nyaman, menambah nafsu makan, melancarkan haid, dan menyegarkan badan.
|
Bahan
baku
|
Bahan
utama kudu laos, adalah Buah mengkudu, rimpang laos, Merica, asam kawak, cabe
jamu, bawang putih, kedawung, garam secukupnya, gula jawa bisa juga ditambah
gula pasir.
|
|
Cara
pengolahan
|
Cara
pengolahan pada umumnya tidak jauh berbeda antar penjual jamu yaitu
pertama-tama air direbus sampai mendidih sejumlah sesuai kebutuhan.
Bahan-bahan sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk secara kasar menggunakan
lumpang dan alu besi atau batu kemudian diperas dan disaring dimasukkan ke
dalam air matang yang sudah dingin. Selanjutnya ditambahkan gula sampai
diperoleh rasa manis sesuai selera. Ramuan selanjutnya dimasukkan ke dalam
botol-botol dan siap untuk dijajakan.
|
Jamu kunir asem
Jamu kunir asam dikatakan oleh sebagian besar penjual jamu sebagai jamu 'adem-ademan atau seger-segeran' yang dapat diartikan sebagai jamu untuk menyegarkan tubuh atau dapat membuat tubuh menjadi dingin. Ada pula yang mengatakan bermanfaat untuk menghindarkan dari panas dalam atau sariawan, serta membuat perut menjadi dingin. Seorang penjual jamu mengatakan bahwa jamu jenis ini tidak baik dikonsumsi oleh ibu yang sedang hamil muda sehubungan dengan sifatnya yang memperlancar haid. Ada pula penjual jamu yang menganjurkan minum jamu kunir asam untuk melancarkan haid.
|
Bahan
baku
|
Penggunaan
bahan baku jamu kunir asam pada umumnya tidak jauh berbeda di antara pembuat.
Perbedaan terlihat pada komposisi bahan penyusunnya. Jamu dibuat dengan bahan
utama buah asam ditambah kunir/kunyit, namun beberapa pembuatnya ada yang
mencampur dengan sinom (daun asam muda), temulawak, biji kedawung, dan air
perasan buah jeruk nipis. Sebagai pemanis digunakan gula merah dicampur gula
putih dan seringkali mereka juga mencampurkan gula buatan, serta dibubuhkan
sedikit garam.
|
|
Cara
pengolahan
|
.
Pada umumnya
tidak jauh berbeda antar penjual jamu, yaitu direbus sampai mendidih dan
jumlahnya sesuai kebutuhan. Bahan-bahan sesuai dengan komposisi racikan
ditumbuk secara kasar menggunakan lumpang dan alu besi atau batu atau diiris
tipis-tipis (kunyit), dimasukkan ke dalam air mendidih dan direbus sampai
mendidih beberapa saat. Selanjutnya, ditambahkan gula sampai diperoleh rasa
manis sesuai selera (dicicipi). Rebusan yang diperoleh dibiarkan sampai agak
dingin, kemudian disaring dengan saringan. Rebusan yang sudah disaring
dibiarkan dalam panci dan selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol dan
siap untuk dijajakan.
|
Jamu kunci suruh
Jamu kunci suruh dimanfaatkan oleh wanita, terutama ibu-ibu untuk mengobati keluhan keputihan (fluor albus). Sedangkan manfaat lain yaitu untuk merapatkan bagian intim wanita (vagina), menghilangkan bau badan, mengecilkan rahim dan perut, serta dikatakan dapat menguatkan gigi.
|
Bahan
baku
|
Bahan
baku jamu ini sesuai dengan namanya, yaitu rimpang kunci dan daun sirih. Biasanya
selalu ditambahkan buah asam yang masak. Beberapa penjual jamu menambahkan
bahan-bahan lain yang biasa digunakan dalam ramuan jamu keputihan atau jamu
sari rapat seperti buah delima, buah pinang, kunci pepet, dan majakan. Dalam
penelitian ini, ditemukan bahan lain yang ditambahkan, yaitu jambe, manis
jangan, kayu legi, beluntas, dan kencur. Sebagai pemanis digunakan gula
pasir, gula merah, dan dibubuhkan sedikit garam.
|
|
Cara
pengolahan
|
Cara
pengolahan pada umumnya tidak jauh berbeda antar penjual jamu, yaitu air direbus
sampai mendidih sesuai dengan kebutuhan. Bahan-bahan sesuai dengan komposisi
racikan ditumbuk secara kasar menggunakan lumpang dan alu besi atau batu atau
diiris tipis-tipis (kunyit), diperas, disaring, dan dimasukkan ke dalam air
matang yang sudah didinginkan. Selanjutnya, ditambahkan gula sesuai
kebutuhan, sampai diperoleh rasa manis sesuai selera dengan cara dicicipi.
Ramuan selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol dan siap untuk dijajakan.
|
Jamu pahitan
Jamu pahitan dimanfaatkan untuk berbagai masalah kesehatan. Penjual jamu memberikan jawaban yang bervariasi tentang manfaat jamu ini, namun utamanya adalah untuk gatal-gatal dan kencing manis. Penjual yang lain mengatakan manfaatnya untuk 'cuci darah', kurang nafsu makan, menghilangkan bau badan, menurunkan kolesterol, perut kembung/sebah, jerawat, pegal, dan pusing.
|
Bahan
baku
|
Bahan
baku dasar dari jamu pahitan adalah sambiloto. Racikan pahitan sangat
bervariasi, ada yang hanya terdiri dari sambiloto, tetapi ada pula yang
menambahkan bahan-bahan lain yang rasanya juga pahit seperti brotowali,
widoro laut, doro putih, dan babakan pule. Ada pula yang mencampurkan bahan
lain seperti adas dan atau empon-empon (bahan rimpang yang dipergunakan dalam
bumbu masakan). Ramuan jamu pahitan sebaiknya dicampur dengan berbagai
rempah-rempah dan empon-empon, jika ramuan tidak dicampur dengan berbagai
rempah-rempah dan empon-empon ada indikasi kurang baik untuk kesehatan.
|
|
Cara
pengolahan
|
Pembuatan
jamu pahitan adalah dengan merebus semua bahan ke dalam air sampai air
rebusan menjadi tersisa sekitar separuhnya. Cara ini dimaksudkan agar semua
zat berkhasiat yang terkandung dalam bahan dapat larut ke dalam air rebusan.
Sebagai hasil akhirnya, diperoleh rebusan dengan rasa sangat pahit. Khusus
jamu pahitan, tidak diberikan gula atau bahan pemanis lain. Sebagai penawar
rasa pahit, konsumen minum jamu gendong lain yang mempunyai rasa manis dan
segar seperti sinom atau kunir asam.
|
Demikian sebagian cara membuat jamutradisional untuk menjaga kesehatan kita tanpa terkontaminasi bahan bahan kimia,tubuh sehat organ tubuh juga aman
namun demikian jika anda tidak ingin repot untuk membuatnya kami menyediakan jamu yang sudah praktis dengan khasiat lebih karena bahan bakunya semuanya sudah di ekstrak.
kami juga akan memberikan resep jamu yang lainnya
salam sehat.

