Tempuyung termasuk dalam suku Asteraceae yang tumbuh di ketinggian 50-1.600m dpl dan sangat cocok berada di lingkungan yang memiliki curah hujan merata sepanjang tahun atau daerah dengan musim kemarau pendek. Sebagai tanaman liar, tempuyung dapat juga dibudidayakan di dalam pekarangan.
Tanaman ini tergolong dalam tumbuhan tak berkayu atau terna dan menyukai tempat yang langsung terkena sinar matahari serta mudah berkembang biak dengan biji yang terbawa oleh angin.Adapun tumbuhan ini mengandung kalium, flafonoid, taraksasterol, inositol, dan yang lain.
Tempuyung adalah tanaman yang mempunyai yang bisa digunakan sebagai obat untuk macam-macam penyakit, yakni batu ginjal, demam, juga bengkak.Seluruh bagian yang dimilikinya dapat digunakan sebagai obat, baik dalam bentuk segar maupun kering.Adapun bagian-bagiannya adalah
Batang
|
Tinggi
tanaman tempuyung berkisar 65-150 cm.Batang tanaman ini berlubang dan
bergetah hijau.Selain itu, tempuyung adalah salah satu tanaman yang mana
batangnya berbulu dan lunak.
|
Daun
|
Daunnya
tunggal berbentuk lonjong dan mempunyai ujung runcing serta berwarna hijau
keunguan, permukaannya licin dan tepinya berombak juga bergigi tak
beraturan.Panjang daunnya kira-kira 6-48 cm dan mempunyai lebar sekitar 3-12
cm.Di dekat pangkal batang, daun yang bergigi terpusat membentuk roset dan
yang terletak di bagian atas berselang-seling memeluk batang.Daun inilah yang
berkhasiat sebagai penghancur batu ginjal.
|
Bunga dan buah
|
Bunga
tempuyung berbentuk malai, kelopaknya seperti lonceng, dan mahkotanya
berbentuk dari kumpulan jarum berwarna putih atau kuning.Adapun buahnya
mempunyai bentuk kotak juga berusuk lima dan mempunyai rambut berwarna hitam
yang kemudian berubah menjadi biji berukuran kecil dan ringan berupa serbuk.
|

